Tuesday, June 26, 2012

Konsep Budaya Jepang dari Sushi

Posted by Dinda-Chan | at 8:38 PM 0

Sushi merupakan makanan Jepang yang sebenarnya bukan berasal dari Jepang. Sushi dulunya hanya sebuah tekhnik pengawetan makanan yang dibungkus oleh nasi dan dilakukan oleh orang-orang dari pegunungan di Asia Tenggara. Namun, saat dibawa masuk ke Jepang pengawetan ini diubah hingga menjadi makanan yang terkenal saat ini.
Sushi terdiri dari macam-macam bentuk dan jenis dengan berbagai isi, antara lain : 

1.      Nigirizushi
Makanan laut segar (pada umumnya mentah) diletakkan di atas nasi yang dibentuk dengan menaruh nasi di telapak tangan yang satu dan membentuknya dengan jari-jari tangan yang lain. Nori sering dipakai untuk mengikat neta agar tidak terlepas dari nasi. Lauk yang diletakkan di atas sushi juga bisa dalam keadaan matang seperti tamagoyaki atau belut unagi dan belut anago yang sudah dipanggang.
Pada mulanya, edozushi adalah sebutan untuk sushi yang menggunakan hasil laut Teluk Tokyo, tapi sekarang sering digunakan untuk menyebut nigirizushi. Di Hokkaido yang terkenal dengan hasil laut, istilah namazushi, dipakai untuk sushi dengan neta mentah. Istilah ini dipakai untuk membedakannya dari sushi asal daerah lain yang sering merebus lebih dulu neta seperti udang yang mudah kehilangan kesegarannya.
Neta untuk nigirizushi
  • Ikan: aji (selar), iwashi (lemuru), kajikimaguro (marlin), katsuo (cakalang), karei (ikan lidah), salem), saba (ikan kembung), sanma (saury), suzuki (kerapu), kakap, hamachi (ikan sunglir, nama bergantung usia ikan, bisa disebut buri atau kanpachi), ikan hiramasa, hirame (ikan sebelah), toro (daging perut yang berlemak dari ikan tuna atau tongkol), mekajiki (todak), ikan ainame.
  • Kerang: aoyagi (bakagai), akagai, hotategai (tiram), mirugai (mirukui), tsubu.
  • Belut: anago, unagi
  • Udang: amaebi, blacktiger, kuruma ebi, lobster, botan ebi
  • Kepiting (rajungan): zuwaigani, tarabagani
  • Telur ikan: ikura, tobiko
  • Cumi-cumi, uni (bulu babi), dan gurita
  • Aburage, kanikamaboko (kamaboko daging kepiting tiruan), kampyo (serutan labu yang dikeringkan), mentimun, dashimaki, natto (kedelai fermentasi), neri ume (saus buah plum), negitoro (cacahan daging ikan tuna dengan daun bawang), tsukemono (sayuran hasil fermentasi).
Sushi yang dijual di kaitenzushi mempunyai banyak variasi neta yang bukan asli Jepang, seperti miniburg (daging isi hamburger), berbagai macam jenis daging seperti charsiu, ikan tuna kaleng, dan alpukat.

Friday, June 15, 2012

Antara Kue Bagiak dan Tape Bondowoso-Final

Posted by Dinda-Chan | at 12:53 AM 0

Sejak kejadian itu Reyhan esok harinya tidak datang ke sekolah. Awalnya ia tidak terlalu memikirkannya, namun Mamoru mulai cemas, sudah hampir seminggu Reyhan tidak masuk sekolah tanpa ada keterangan. Wali kelas juga mulai menanyakannya. “sebenarnya dia kemana ya? Kau tau nggak?” tanya Vanani. “mana aku tau.” Jawabnya ketus. “secara kamu kan tetangganya, ya.. walau kalian musuhan.” Kata Vanani menggoda sambil menyeruput es jusnya. “aku tetangganya, tapi bukan bodyguardnya.” Kata Mamoru kesal dan beranjak pergi. “Ru, kamu mau kemana?” tanya Vanani. Ia tidak menghiraukan panggilan Vanani.
‘sebenarnya kamu kemana sih? Apa karena kejadian itu kamu seperti ini?’ batin Mamoru yang mulai cemas. Ia mencoba menghubungi ponselnya, yang menjawab masih mesin penjawab saja.”angkat dong rey.. kamu dimana sih ?” perasaannya mulai nggak karuan. Vanani melihatnya dan ikut merasakan kecemasan itu ‘kenapa nggak kamu akui ru, kalo kamu sebenarnya mulai jatuh cinta ama reyhan.’ Batin Vanani. Ia prihatin temannya yang satu ini mulai sering melamun, dan nggak konsen di dalam kelas.
Seusai pelajaran selesai Mamoru mulai beranjak untuk pulang. “ru, tunggu dulu..” kata Vanani “aku mau ngomong ama kamu.” Mamoru kembali duduk kembali. “mau ngomong apa? Kalo masih nanya Reyhan dimana? Jawabaku tetap sama” katanya agak kesal. “aku nggak nanya masalah Reyhan dimana. Sebelumnya aku minta maaf ma pertanyaanku tadi.” Katanya menyesal, “aku cuma merasa beberapa hari ini kamu nggak kaya biasanya Ru.” Kata Vanani sedih. “Cuma perasaan kamu aja, udah aku mau pulang.” Kata Mamoru dan beranjak pergi. Namun, Vanani mengejarya sampai di depan kelas, ia meraih tangan Mamoru. “kamu jatuh cinta ma Reyhan kan?” tanya Vanani tiba-tiba.
Kaget dengan pernyataan Vanani ia sejenak terdiam dan tertawa mengejek “aku.. jatuh cinta ma Reyhan yang benar saja.” Katanya nggak percaya. “jawab jujur ru, apa kamu cemburu melihat kedekatan Reyhan dengan Clarissa?” tanya Vanani. Ia hanya diam tanpa menjawab apapun. “Jawab aku ‘ru..” Vanani mencoba mencari kebenaran dari apa yang ia yakini. “aku tidak jatuh cinta pada Reyhan.” Jawabnya tanpa memandang Vanani, ia juga tidak yakin dengan kata-kata bahwa ia jatuh cinta pada Reyhan. “apa kamu tidak benar-benar cemas dengan Reyhan? Apa kamu benar-benar tidak mencari keberadaannya? Apa kamu tidak…” kata-kata Vanani dipotong oleh Mamoru. “Van, sekali lagi aku bilang. Aku tidak jatuh cinta dengan Reyhan.” Kata Mamoru kesal. “aku tidak cemas dia menghilang, berapa lama pun dia ingin pergi aku tidak pernah mencemaskannya atau bahkan berusaha mencarinya. Satu lagi dia mau pacaran ma siapapun atau dekat dengan siapapun nggak ada urusannya ma aku.” Katanya marah dan pergi meninggalkan Vanani dibelakang. “aku harap kamu tidak akan menyesal dengan kata-katamu.” Kata Vanani.
YYY
Saat di rumah, ia tidak selera makan memikirkan apa yang dikatakan Vanani. ‘apa benar au jatuh cinta ama Reyhan? Tapi bagaimana bisa?’ ia bertanya-tanya pada diri sendiri. ‘kenapa juga aku harus cemas Reyhan nggak masuk sekolah? Kenapa juga aku marah dia dekat dengan Clarissa? Bodo amat dech’ batinnya memungkiri semua perasaan itu. Sejenak ia menuju berandanya yang menghadap ke halaman depan. Ia melihat rumah Reyhan sepi nggak kaya’ biasanya.
Sewaktu masih kecil Reyhan sering memanggilnya dari bawah untuk mengajaknya bermain, ia tiba-tiba mengingat semua kejadian masa kecilnya dengan Reyhan dan tersenyum sendiri. Ia jadi teringat ketika ia berangkat sekolah Reyhan selalu memanggilnya dari bawah. Tersadar rumahnya sepi, sedih mulai merasukinya sampai bundanya masuk ke kamarnya ia tidak sadar. “sedang apa sayang?” tanya Bundanya. “oh, lagi cari angin bun..” katanya sambil pura-pura tersenyum.
“cari anginnya sampai serius gitu, bunda panggil-panggil nggak denger.” Kata Bunda sambil tersenyum. “lagi mikirin apa sih anak bunda?” tanya bunda sambil membelai rambut Mamoru. Bunda melihat sejenak ke arah pandangan Mamoru, ternyata apa yang di pikirin bunda benar. “kenapa ngelihatin rumah Reyhan?” tanya Bunda memancing apa yang ada di pikiran Mamoru. “rumahnya kok sepi banget, tumben banget bun.” Tanyanya pura-pura nggak cemas. “sepertinya lagi keluar rumah.” Kata Bunda.
“Bunda beberapa hari ini nggak pernah ngelihat Reyhan?” tanya Mamoru tiba-tiba. “bunda nggak pernah lihat Reyhan tu, bunda juga merasa aneh biasanya kamu berangkat sekolah bareng. Beberapa hari ini berangkat sendiri. Bunda pikir kalian lagi beranten kaya biasanya” Kata Bunda. “udah hampir seminggu Reyhan nggak masuk sekolah bun, wali kelas juga udah pada nanyain ke aku.” wajah Mamoru mulai terlihat cemas. “udah coba di telpon?” tanya Bunda. “udah bun, tapi mailbox terus.” Jawab Mamoru. Bunda dan Mamoru terdiam sesaat. Lalu tiba-tiba Bunda bertanya “kamu khawatir ma Reyhan?” pertanyaan yang hampir serupa dengan pertanyaan Vanani. “nggak Bun, Cuma heran aja dia ampe nggak masuk hampir seminggu tanpa kabar gitu.” Kata Mamoru menyangkal. “jangan bohong sayang, mata kamu nggak bisa menyembunyikan perasaan khawatir kamu.” Kata Bunda tersenyum. “kalian habis berantem?” tanya bunda lagi.

 
~ Home Sweet Home - Designed by Miss Rinda - Layout by My Blog Make Over - Author YOUR NAME HERE :) ~
Boucing Smiley Star