Tuesday, January 31, 2012

Antara Kue Bagiak dan Tape Bondowoso Part II

Posted by Dinda Pranata | at 7:04 PM

Selama ia satu kelas dan dekat dengan Mamoru, Reyhan pasti punya ide-ide jahil untuk Mamoru. Mamoru memang selalu galak pada Reyhan dan nggak bisa akur pada Reyhan.
Hingga siang hari yang terik ini, Mamoru yang lagi santai jalan dengan Vanani. Tiba-tiba “aduh aku kebelet nih..” kata Mamoru. “kamu duluan aja deh ke kelasnya, aku mau ke toilet dulu.” Kata Mamoru. “ya, udah buruan dech..” kata Vanani mengingatkan, setelah ini ada pelajaran Bahasa Jepang, dan gurunya benar-benar killer banget. “ya aku tau.. bentar lagi jamnya Ardi sensei.” Kata Mamoru malas dan Mamoru langsung pergi ke toilet.
Ia tidak tahu, kalau mulai tadi ada cowok yang udah punya ide buat ngerjain Mamoru. “ni saatnya..” katanya dengan senyum penuh arti. Ia mengendap-endap masuk ke kamar mandi cewek, sambil celingukan dan memastikan tidak ada cewek yang masuk kamar mandi. Setelah aman, ia merencanakan misinya bersama dengan Tryan.
“Yan.. kalo ada orang bilang ya.” Kata cowok ini. “Sip.. Rey. Tapi, cepet dikit.” Kata Tryan yang berjaga di depan pintu masuk toilet. Reyhan hanya mengacungkan jempolnya. Mengendap-endap masuk ke kamar mandi cewek dan mengambil gayung air. Kemudian ‘BYURRRR…’ ia menyiramkannya tepat diatas kepala Mamoru, seketika Mamoru berteriak. “AHHH..!” jerit Mmamoru. “SIALANNN…!!” umpatnya dalam kamar mandi.
Reyhan langsung berlari dan keluar kamar mandi cewek dengan Tryan. “ayo buruan..!” katanya sambil berlari. Di dalam kamar mandi Mamoru basah kuyup dan mengomel sendirian.
“SIALANNN !” Umpatnya. “kerjaan siapa sih ?” gerutunya. Ia keluar dari toilet dengan basah kuyup dan ia menjadi pusat perhatian teman-temannya. “kurang ajar banget..!! bikin basah kuyup gini!!” Katanya kesal sambil berjalan menuju kelas. Selama dalam perjalanan ia terus berpikir siapa yang melakukannya. Pikirannya pasti akan mengarah ke Reyhan.
Semua yang ada di kelas bingung, mengapa pakaian Mamoru basah semua. “Kenapa Ru ?”tanya Reyhan dengan tersenyum puas. “kehujanan di kamar mandi..” goda Reyhan dan seisi kelas tertawa. “Sudah.. sudah.. ” kata Ardi sensei menenangkan seisi kelas. “Doushite ?” tanya Ardi sensei. “basah sensei, sepertinya ada yang sengaja melakukan ini.” Kata Mamoru sambil melihat ke arah Reyhan yang tersenyum puas. “nggak usah banyak alasan !! apa kamu tahu sekarang jam berapa?” tanya Ardi sensei
“ya tahu sensei.. jam 11 kan..” Jawab Mamoru dengan santainnya “kamu tahu sudah lewat 15 menit dan kamu tahu apa hukuman bagi yang terlambat pada jam saya!!” Ardi sensei naik darah. “tapi,sensei..” kata Mamoru membantah. “nggak usah membantah..!!” gertak Ardi sensei. “ya, sensei..” kata Mamoru lemas dan melihat kearah Reyhan yang masih tertawa-tawa. “sumimasen sensei.”Katanya lirih.
Ia benar-benar kecewa banget dan merasa malu. “ini semua gara-gara orang itu.” Kata Mamoru mengumpat. “aku tahu ini pasti kerjaan Reyhan, tapi gimana dia bisa masuk dalam toilet ?” tanyanya pada diri sendiri. “awas aja kalo bener.. Uhhhhh… aku habisin tu cowok !!” katanya sambil mengepalkan tangan.
Ia menunggu dengan BT-nya di luar kelas. Duduk-duduk sambil dengerin Mp3 dengan hadset di Hp-nya,sedikit mengurangi ke-BT-annya. Sejenak Reyhan tertawa dengan Tryan, melihat Mamoru tadi di omelin Ardi sensei. “lihat ekspresinya tadi nggak ?” Kata Reyhan dengan senyum kepuasan. “Lucu banget tahu..” lanjutnya lirih sambil tertawa.
“iya.. Tapi, apa nggak keterlaluan Rey ?” tanya Tryan. “keterlaluan gimana ?” tanya Reyhan. “iya, kalo dia masuk angin gimana ?” Tanya Tryan mengawatirkan Mamoru. “nggak, dia cewek yang kuat kok.” Kata Reyhan dengan yakinnya.“pokoknya kalo ada apa-apa ma dia jangan bawa-bawa aku..” Ancam Tryan. “iya, tenang aja.” Kata Reyhan dengan tersenyum puas dan kembali memperhatikan pelajaran.
Walau begitu pikirannya tetap pada Mamoru. Ia juga memikirkan keadaan Mamoru. ‘apa bener dia bakal baik-baik aja.’ Batinnya resah. ‘pasti dia baik-baik aja.’ Lanjut batinnya, sambil melihat Mamoru dari jendela yang duduk di seberang kelasnnya.
***

Keesokan harinya Mamoru nggak masuk sekolah. Perbuatan Reyhan sudah membuatnya merasakan demam, dan flu. Reyhan merasa bersalah atas perbuatannya. Sepulang sekolah ia mendatangi menjenguk Mamoru dan membawakan makanan kesukaan Mamoru, buah pir dan roti coklat. “kenapa kesini ?” tanya Mamoru sinis. Reyhan bagaikan tamu yang nggak di undang. “Ya, mau jenguk lah. Masa’ mau belanja.” Kata Reyhan menjawab seadanya. “Ni….” Katanya sinmgkat sambil memberikan bungkusan itu. “apa ini ?” tanya Mamoru. “makanan buat kamu.” Kata Reyhan dengan senyuman.
Baru kali itu, Mamoru melihat senyum manis Reyhan. Walau dia sering melihatnya tersenyum, ia merasa senyuman itu berbeda dari biasanya.’Ih.. ada apa ma aku sih.’ Batinnya. “kok tau makanan kesukaanku?” Tanya Mamoru. Entah mengapa jatungnya merasa berdebar-debar melihat Reyhan. “Memang berapa lama sih aku kenal ma kamu. Kita kan nggak kenal 1 hari atau 2 hari, udah 5 tahun. Masa makanan kesukaanmu aku nggak tau.” Kata Reyhan dan tersenyum kembali.
“iya, udah 5 tahun. Bahkan hal yang paling bikin aku sebel atau marah pun kamu tahu.” Kata Mamoru iseng dan mereka tertawa bersama-sama. “nggak menyangka juga kita ketemu lagi dan bahkan tetangga-an lagi.” Kata Reyhan sambil berjalan menuju beranda kamar Mamoru. “iya, kok kamu bisa tiba-tiba pinjah kesini dan kebetulan rumah dan sekolah kita pun sama?” Tanya Mamoru yang merasa ini semua serba kebetulan. Mamoru berdiri di sebelah Reyhan sambil memandang langit siang yang terik. “Jodoh kali.. “ jawab Reyhan asal sabil tertawa. “haduh, kamu jodohku.. ogah.” Kata Mamoru merinding. “jangan gitu, ntar malah kamu jatuh cinta ma aku lagi.. hahahaha..” tawa Reyhan. “yang ada malah kamu yang jatuh cinta ma aku. Wekk..” Ejek Mamoru dan segera masuk ke kamarnya kembali. “mungkin..” jawab Reyhan lirih sambil tersenyum.
  Sejak kejadian Reyhan menjenguk Mamoru, ada yang nggak beres dengan Mamoru. Ia merasa berdebar-debar setiap melihat atau ada di dekat Mamoru, dan entah mengapa ia merasa marah ketika Reyhan dekat dengan Clarissa. Cewek popular di sekolah. “ngapain dia ama Clarissa. Ih, sok kecakepan.” Katanya kesal. “tapi, kenapa aku jadi marah. Terserah dia donk mau apa. Kenapa sih ma aku.” Lanjutnya.
Kejadian itu membawa kejutekan kembali pada Reyhan setelah beberapa hari ini mereka bisa berdamai. Reyhan bingung dengan sikap Mamoru yang jutek ke dia. “kenapa sih tuh anak ? kok sikapnya jadi jutek gitu ?” tanya Reyhan ke Vanani. “Aku juga nggak tau Rey.. lagi dapet kali.” Kata Vanani asal. “Mungkin juga.” Kata Reyhan pasrah. ‘kenapa sih ‘ru. Kenapa kamu jutek lagi ke aku.’ Batin Reyhan bertanya-tanya sambil memandang jauh.
Udah 2 minggu kejutekan itu membuat Reyhan nggak nyaman. Reyhan yang selama beberapa waktu lalu nyaman dengan kedekatan mereka. Tapi, sekarang setiap mereka bertemu, Mamoru selalu memberi kesan menjauh dan sinis ke dia. Akhirnya dengan segala kebingungan yang melanda, Reyhan mendatangi meja Mamoru seusai pelajaran sekolah. “kenapa sih jutek gitu? tiba-tiba aja sikapmu berubah gini.” Tanya Reyhan. “sikapku? bukannya dari dulu aku kaya’ gini ke kamu.” Kata Mamoru sinis. “waktu itu aku nyaman banget dengan kedekatan kita. Seneng kita bisa damai. Mang apa salahku ampe kamu kaya’ gini ke aku? terkesan menjauh.” tanya Reyhan penasaran.
Mamoru juga nggak tahu kenapa ia jadi bersikap kaya’ gitu ke Reyhan. Sejak Reyhan dekat dengan Clarissa, ia jadi berubah gitu. “Kamu nggak salah apa-apa. Cuma aku nggak nyaman aja. Kamu yang selalu ganggu aku dan aku nggak pingin kedekatan ini menimbulkan gosip yang tidak-tidak.” Kata Mamoru dan langsung beranjak pulang. "hah... maksudmu gosip yang tidak-tidak? selama ini kita baik-baik aja kan." Kata Reyhan nggak ngerti. "jawabannya kamu pikir sendiri." kata Mamoru berhenti sejenak dan segera meninggalkan Reyhan yang masih di tempatnya. Sejenak Reyhan terdiam ‘aku memang sudah keterlaluan ama kamu.’ Batin Reyhan sabil menghela nafas panjang.


Bersambung.....

0 comments:

Post a Comment

 
~ Home Sweet Home - Designed by Miss Rinda - Layout by My Blog Make Over - Author YOUR NAME HERE :) ~
Boucing Smiley Star